0813-8880-1112

Senin - Sabtu 8.00 - 17.00

Top
Krakatau, Sebuah Destinasi Yang Lengkap - Dattang.com
fade
3548
post-template-default,single,single-post,postid-3548,single-format-standard,mkd-core-1.1.1,mkdf-tours-1.3,voyage-ver-1.3,mkdf-smooth-scroll,mkdf-smooth-page-transitions,mkdf-ajax,mkdf-blog-installed,mkdf-breadcrumbs-area-enabled,mkdf-header-standard,mkdf-sticky-header-on-scroll-up,mkdf-default-mobile-header,mkdf-sticky-up-mobile-header,mkdf-dropdown-default,mkdf-medium-title-text,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
Dattang.com / Travel  / Adventure  / Krakatau, Sebuah Destinasi Yang Lengkap
23 Des

Krakatau, Sebuah Destinasi Yang Lengkap

Waktu menunjukkan pukul setengah lima pagi ketika saya tiba di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Saya belum sepenuhnya terjaga setelah tidur kurang lebih dua jam di dalam kapal ferry. Dibutuhkan waktu kira-kira lima sampai enam jam untuk mencapai Lampung dari Jakarta, melalui jalur darat dan disambung penyeberangan laut. Cukup lama memang, namun mengingat waktu itu saya masih mahasiswa, cara ini adalah yang termudah sekaligus termurah.

Saya dan teman-teman saya melanjutkan perjalanan menuju Dermaga Canti dengan angkot. Dermaga Canti adalah pelabuhan kecil yang dipakai untuk menyeberang ke Pulau Sebesi, pulau utama dalam kawasan wisata Cagar Alam Krakatau. Dari Dermaga Canti ke Pulau Sebesi, dibutuhkan waktu kira-kira satu setengah jam. Namun di tengah perjalanan, kapal kami berhenti terlebih dahulu untuk snorkeling di Pulau Sebuku.

Karena saya malas snorkeling, saya berdiam diri saja di kapal, walaupun air laut yang sangat biru di sekitar Pulau Sebuku memanggil terus menerus untuk menceburkan diri. Namun karena sinar matahari kelewat terik, saya mengurungkan diri. Hingga kira-kira lima belas menit kemudian, lautan menang. Saya akhirnya menceburkan diri dari atas kapal ke tengah lautan. Yah, sungguh menyegarkan!

Perjalanan pun dilanjutkan ke Pulau Sebesi. Ketika itu saya dan teman-teman saya lebih memilih untuk berkemah di tepi pantai Pulau Sebesi, sekali lagi karena kami masih mahasiswa maka pilihan untuk berhemat dan tidak menggunakan homestay di Pulau Sebesi adalah pilihan paling rasional. Kami pun memasak perbekalan sembari bersenda gurau di tepi pantai. Memang sebenarnya, kami semua menyukai kegiatan berkemah, jadi jauh dari kemewahan bukan masalah besar bagi kami. Selain itu, berkemah bersama teman-teman terdekat memang mengasyikkan bukan?

Setelah makan dan tidur siang, kegiatan selanjutnya adalah snorkeling di Pulau Umang-umang yang terletak tidak jauh di depan Pulau Sebesi. Namun, kami mengganti aktivitas tersebut dengan bermain kano. Dengan biaya sewa dua puluh ribu rupiah, kami bisa bermain kano sepuasnya. Menurut saya, bermain kano ini seru banget! Mungkin karena saya belum pernah sama sekali main kano sebelumnya ya, tapi yang jelas, aktivitas ini sangat mengasyikkan! Kami bermain kano, mendayung ke Pulau Umang-umang, dan menikmati pulau tidak berpenghuni tersebut hingga menjelang maghrib. Lelah, tapi sangat menyenangkan. Sesampainya kembali di Pulau Sebesi, saya membersihkan badan dan bersiap untuk membuat makan malam di tenda. Perjalanan ke Gunung Anak Krakatau akan dimulai sekitar pukul dua dini hari, jadi kami tidur agak cepat.

Pukul setengah tiga dini hari, perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau dimulai. Jarak menuju Anak Krakatau ternyata cukup jauh, memakan hingga sekitar tiga jam penyeberangan laut. Tidak lama setelah matahari terbit, saya pun menginjakkan kaki di pasir hitam Pulau Anak Krakatau. Sedikit cerita mengenai dahsyatnya letusan Gunung Krakatau pada akhir Agustus tahun 1883 lalu. Letusannya menyebabkan sekitar 40.000 jiwa tewas akibat gelombang tsunami setinggi puluhan meter. Dentum letusannya pun terdengar hingga radius ribuan kilometer. Dari letusannya itulah terbentuk Gunung Anak Krakatau, yang saat ini merupakan salah satu destinasi wisata andalan Lampung.

Di luar dugaan saya, ternyata trekking ke puncak Anak Krakatau hanya membutuhkan waktu paling lama 20 menit berjalan santai, dan tidak sulit atau melelahkan sama sekali menurut saya. Mungkin lebih cocok apabila dibilang menaiki bukit. Dan, pemandangan indah sudah terbentang di depan anda. Langit biru terbentang, dipadukan dengan lanskap gunung berapi di sisi barat dan lautan luas di sisi timur. Indah. Saya pun sibuk mengabadikan lanskap tersebut dengan kamera saya.

Kegiatan terakhir sebelum pulang menuju Jakarta adalah snorkeling di Legoon Cabe… yang saya gunakan untuk tidur.

Menurut pendapat pribadi saya, kabur ke Krakatau di akhir pekan benar-benar worth it. Karena kawasan wisata ini menyediakan berbagai macam aktivitas; ada trekking santai ke puncak Anak Krakatau, ada bersantai di pantai, ada snorkeling, bahkan apabila anda bosan snorkeling, anda bisa menyewa kano dan mendayung seharian dengan biaya yang sangat murah. Fasilitas di Pulau Sebesi pun cukup memadai, ada warung makanan, toilet yang cukup bersih, hingga homestay yang banyak tersedia di dekat dermaga.

Simpelnya, gunung dan pantai dalam satu paket perjalanan… is just perfect.

Silvia Adinda Tarigan

No Comments

Leave a Reply: